Grobogan – Selasa, 21/01/2026 Upaya menekan angka kematian neonatal terus dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang di Pimpin oleh Prof.dr. Martha Irene Kartasurya, MSc, PhD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menerapkan model deteksi dini faktor risiko kematian neonatal berbasis aplikasi sebagai langkah strategis pencegahan yang lebih tepat sasaran. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2026 di Kabupaten Grobogan, merupakan bagian dari penerapan hasil penelitian yang dikembangkan oleh tim dosen FKM UNDIP, dengan tujuan membantu pemangku kepentingan kesehatan dalam mengidentifikasi kelompok bayi baru lahir serta wilayah yang memiliki risiko tinggi kematian neonatal. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, model deteksi dini ini diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat di tingkat layanan kesehatan. Anggota tim penelitian dari FKM UNDIP, Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa penerapan model deteksi dini berbasis aplikasi menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan sejak awal.
“Model aplikasi deteksi dini tersebut memuat indikator-indikator risiko utama kematian neonatal yang diolah secara sistematis, sehingga tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan, penilaian risiko, serta perencanaan intervensi secara terarah. Dengan adanya aplikasi ini, upaya pencegahan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif melalui identifikasi risiko sejak dini,” ujarnya
“Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menyambut baik kolaborasi dengan FKM UNDIP ini sebagai bentuk penguatan inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penerapan model deteksi dini berbasis aplikasi dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan neonatal serta menurunkan angka kematian bayi baru lahir secara berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr. Djatmiko, M.A.P. Melalui sinergi antara FKM UNDIP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, diharapkan model ini dapat menjadi salah satu rujukan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan neonatal, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan, khususnya dalam menekan angka kematian neonatal di Kabupaten Grobogan.
