Blora (08/11/2025) – Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan fokus peningkatan kapasitas kader kesehatan di Pendopo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Kegiatan ini mengangkat tema “Komunikasi Efektif: Kunci Keberhasilan Edukasi Masyarakat” dan diikuti oleh 54 kader kesehatan dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Jiken. Sebelum kegiatan dimulai, peserta melakukan registrasi dan mengisi pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait konsep komunikasi efektif. Acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia oleh Muflihatun Nisa, mahasiswa MKM Undip, yang menyampaikan gambaran umum persiapan dan tujuan pelaksanaan kegiatan.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kaprodi Magister Kesehatan Masyarakat Undip, Dr. Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes, yang menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam peningkatan kapasitas kader kesehatan serta mendukung kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kepala Puskesmas Jiken, Apt. Dadang Kun Septianto, S.Farm., M.M, turut memberikan sambutan dan secara resmi membuka kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya pelatihan ini mengingat pentingnya peran kader sebagai ujung tombak penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat.

Usai sambutan, dilakukan penyerahan plakat dari Kaprodi MKM Undip kepada Kepala Puskesmas Jiken sebagai simbol kerja sama dan komitmen terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pada sesi inti, panitia membagikan booklet materi Komunikasi Efektif kepada seluruh peserta. Sesi pelatihan dibawakan oleh mahasiswa MKM Undip yang bertindak sebagai narasumber, membahas berbagai topik meliputi peran strategis kader, prinsip-prinsip komunikasi yang efektif, strategi menghadapi keragaman karakter masyarakat, hingga contoh pendekatan komunikasi yang tepat ketika menghadapi kasus anggota keluarga dengan gejala gangguan jiwa.Pelatihan semakin interaktif dengan adanya sesi diskusi, tanya jawab, serta role play. Sesi pertama diperagakan oleh mahasiswa sebagai contoh, sedangkan pada sesi berikutnya para kader terlibat langsung untuk mempraktikkan teknik komunikasi dalam situasi simulasi. Salah satu skenario menggambarkan komunikasi dengan keluarga yang menghadapi anggota keluarga dengan tanda-tanda gangguan jiwa. Melalui metode ini, peserta dapat mempraktikkan empati, ketepatan pesan, dan kejelasan komunikasi secara langsung. Di akhir kegiatan, peserta mengisi post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima pelatihan. Panitia juga memberikan door prize kepada peserta yang datang paling awal serta kepada kader yang berhasil menjawab pertanyaan narasumber. Kegiatan berlangsung dengan antusias, dan banyak kader menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan, khususnya saat menghadapi masyarakat dengan karakter yang beragam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MKM Undip berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan dalam menyampaikan informasi kesehatan yang efektif, ramah, dan mudah dipahami. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat di Kecamatan Jiken dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional.
