Senin, 8 Desember 2025 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Tim Ekspedisi Patriot memaparkan hasil penelitian mengenai kondisi kawasan transmigrasi (translok). Tim Ekspedisi Patriot—kolaborasi antara akademisi Universitas Diponegoro dan Kementerian Transmigrasi—memaparkan hasil penelitian tentang kondisi kawasan transmigrasi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Acara pemaparan melibatkan pemerintah daerah, perangkat desa dari sejumlah wilayah translok, dan 36 OPD SBD. Penelitian berlangsung selama empat bulan dengan dua fokus kajian: evaluasi kondisi kawasan transmigrasi di Kodi–Loura dan identifikasi potensi ekonomi lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa kawasan translok memiliki komoditas yang layak dikembangkan, namun masih menghadapi kendala seperti kapasitas SDM, akses modal, dan regulasi.
Tim berencana menyampaikan rekomendasi resmi kepada kementerian untuk memperkuat program transmigrasi dan memastikan monitoring berkelanjutan. Pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan perhatian terhadap masyarakat transmigran, terutama menjelang pembangunan tahap lanjutan. Ketua Tim I, Dr. Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes., menjelaskan bahwa penelitian dilakukan selama empat bulan dan melibatkan dua tim dengan bidang kajian berbeda. Tim I berfokus pada evaluasi kondisi eksisting kawasan transmigrasi di wilayah Kodi–Loura, sedangkan Tim II mengkaji potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Koordinator Kawasan Transmigrasi, Hani S. Sawasemariai, S.Sos., M.P.W.K., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten SBD perlu terus memberikan perhatian terhadap masyarakat transmigrasi, terutama dengan adanya rencana pembangunan lanjutan di kawasan tersebut. “Kawasan transmigrasi merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Dengan adanya pembangunan tahap berikutnya, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat harus semakin ditingkatkan,” ujarnya
sumber: https://bit.ly/3MtswLq
